Masih Perlu Menjaga Kesehatan, Mengenali Luka yang Seringkali Dirasakan Olahragawan Esports

Posted on

 

Walau tidak seperti olahraga tradisionil yang memerlukan adu fisik dengan musuh, kenyataannya badai luka menghantui olahragawan esports. Kelamaan duduk dan siku yang terus tertekuk dapat jadi awal dari luka yang mereka maklumi. Beberapa olahragawan esports populer pernah merasakan hal satu ini.
.
Bila kalian ingin meneruskan karier di bagian esports, sebaiknya untuk pikirkan beberapa luka ini serta berupaya menghindarinya. Tentunya dengan lakukan beberapa pergerakan olahraga mudah serta konsumsi makanan bergizi. Apa luka yang Crew KotGa tujuan? Silahkan kita melihat:

1. CARPAL TUNNEL SYNDROME

Carpal Tunnel Syndrome ialah rasakan sakit, kesemutan, serta permasalahan lain pada tangan karena desakan pada saraf median pergelangan tangan. Pemicu sindrom ini ialah desakan pada saraf median sebab ada bengkak atau penyempitan carpal tunnel karena pergerakan tangan yang sama dilaksanakan berkali-kali, terlebih bila pergelangan tangan kamu tertekuk. Kesibukan latihan olahragawan esports yang lumayan tinggi di muka computer, membuat seorang olahragawan esports rawan terserang penyakit ini.

Pemain CS:GO yakni GuardiaN serta olofmeister pernah merasakan luka ini pada tahun 2016. Ini berimbas pada permainan mereka pada tahun itu. Untungnya sekarang ini penyakit itu sukses pulih.

2. TENNIS ELBOW

Tennis Elbow ialah rasakan sakit yang ada pada siku sisi luar. Rasakan sakit ini condong berlangsung pada tempat dimana tendon dari otot-otot lengan bawah menempel ke tulang yang mencolok dibagian luar siku. Tendon ialah jaringan ikat yang menempelkan otot ke tulang. Tennis elbow biasanya berlangsung karena pemakaian siku dengan cara berlebihan. Ini akan mengakibatkan otot-otot siku alami tegang terlalu berlebih hingga berlangsung robekan dan infeksi.

Kemungkinan beberapa fans Dota 2 dapat menerka siapa olahragawan esports yang pernah alami rasakan sakit ini? Ya, orang itu ialah Fear dari Evil Geniuses. Dianya pernah alami luka sebelum TI 4 serta cari substitusinya untuk musim itu.

3. SPONTANEOUS PNEUMOTHORAX

pontaneous Pneumothorax alias paru-paru bocor ialah penyakit yang bisa menggempur siapapun dengan cara mendadak, serta ke orang yang tidak mempunyai kisah penyakit ini. Menurut info klinis, Spontaneous Pneumothorax dikarenakan oleh rutinitas bernafas yang kurang baik. Saat terserang penyakit ini, awalannya seorang olahragawan esport akan alami sakit yang tajam di wilayah dada atau pundak dan alami sesak napas yang berlebihan. Ini berlangsung sebab lepasnya udara yang dihirup oleh paru-paru. Lalu udara yang terlepas itu isi ruangan di sekelilingnya dan memberikan desakan pada paru-paru serta menghindarinya bertumbuh seperti semestinya.

Olahragawan esports yang pernah terserang penyakit ini ialah gla1ve. Gla1ve mengetahui bila dianya telah terserang Spontaneous Pneumothorax tetapi masih bermain di kompetisi Assembly Winter di Finlandia di tahun 2016 sebelum pada akhirnya dianya dibawa ke satu rumah sakit di Finlandia untuk jalani operasi sekejap sesudah laga usai untuk mengembalikan keadaannya.

4. REPETITIVE STRAIN INJURY

Repetitive Strain Injury ialah luka pada persendian karena kemelut pada otot saraf sebab satu kesibukan fisik spesifik yang dilaksanakan terus-terusan dalam tempo yang lama.

Gejala-gejala RSI sering dirasakan seperti pinggang (lower back) yang pegal, pundak serta sisi siku yang pegal atau sampai ngilu, RSI ialah akibatnya karena bentuk bermain yang tidak bagus, dan ergonomis piranti yang tidak bagus, Disamping itu istirahat antara waktu bermain penting untuk kurangi efek strain.

Menurut Dr. Levi Harrison, seorang olahragawan esports harus memerhatikan bentuk badan di dalam bermain. Mereka harus lakukan pengenduran semasa 5-10 menit tiap satu jam sekali.

5. EYE STRAIN

Eye Strain atau mata capek berlangsung saat mata begitu dipaksakan untuk melihat cuma ke satu arah dalam tempo yang lama. Tidak bingung ini dapat berlangsung, sebab olahragawan esports karieronal harus habiskan waktu di antara 8-15 jam satu hari untuk latihan di muka computer.

Walau nampak remeh, bila kelamaan didiamkan, eye strain dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf optik mata sampai berbuntut pada kebutaan. Untuk menahan hal tersebut, seorang olahragawan esports professional dianjurkan untuk lihat objek lain yang memiliki jarak seputar 20 kaki (6 meter), semasa 20 detik sesudah lihat monitor semasa 20 menit.

Lalu, bagaimanakah cara menahan luka ini buat kalian yang telah terjun atau serta ingin terjun jadi olahragawan esports? Inilah jalan keluarnya:

1. ATUR POLA MAKAN BERGIZI

Makanan bergizi cukup ialah hal yang pertama harus kalian penuhi. Jangan terlatih minum soft drink atau junk food. Walau makanan itu memang rasa-rasanya enak serta gampang untuk didapat. Makan sayur-sayuran serta protein yang cukup pasti menolong.

2. OLAHRAGA YANG CUKUP

Banyak pemilik team esports saat diberi pertanyaankan masalah kesehatan, mereka umumnya memang merekomendasikan beberapa pemain untuk olahraga yang cukup. Serta, seringkali ada sarana gym di gaming house team esports. Ini mempunyai tujuan untuk mempertahankan kesehatan mereka.

3. ISTIRAHAT YANG CUKUP

Hal-hal lain yang dapat kalian kerjakan ialah istirahat yang cukup. Walau jadi olahragawan esports agenda latihan serta agenda berlaga cukup padat, kalian harus coba menyempatkan diri untuk istirahat. Tidur yang cukup serta jauhi mata dari monitor PC atau smartphone.

Itu ia luka yang seringkali dirasakan oleh olahragawan esports serta langkah hindarinya. Apa kalian tertarik menjadi olahragawan esports sesudah lihat risiko luka yang ada? Tuliskan pada kolom tanggapan ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *